taruhanbulutangkis.com

Legenda Bulu Tangkis Putri IndonesiaLegenda Bulu Tangkis Putri Indonesia Dengan Beragam Prestasi

Legenda Bulu Tangkis Putri Indonesia, dimana indonesia memimliki bintang – bintang bulu tangkis putri sejak jaman dahulu Indonesia berjaya.

Belum lama ini kalian sering mendengar beragam prestasi dari dunia bulu tangkis melalui pendamping ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Gideon Fernaldi yang sukses mendapatkan gelar Luar biasa Series bulu tangkis 3 kali berturut – turut bagi Indonesia. Mirisnya, tidak pernah lagi terdengar berita baik dari prestasi kriteria putri bulu tangkis Indonesia, sejak terakhir kali Maria Kristin Yulianti sukses mendapatkan Medali Perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.

Indonesia nyatanya memiliki sejarah yang bagus pada kriteria putri, terutama pada prestasi dari Susi Susanti dan juga Mia Audiana. Susi Susanti pernah mendapatkan medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992 dan juga Mia Audina pernah menyabet medali perak pada Olimpiade Atlanta 1996.

1. Minarni Soedaryanto

Kalian tentu belum tahu dengan srikandi bulu tangkis Indonesia yang satu ini. Minarni Soedaryanto adalah atlet bulu tangkis Indonesia perempuan yang berjaya pada masa 1959- 1975an. Dia adalah atlet bulu tangkis perempuan Indonesia awal sukses menggapai final All England pada tahun 1968. Tidak cuma itu, Minarni pula sukses bawa kembali Piala Uber ke Indonesia pada tahun 1975 untuk awal kalinya.

2. Verawaty Fajrin

Verawaty Fajrin adalah atlet bulu tangkis perempuan Indonesia yang populer pada tahun 1980- an. Dia diketahui dengan kemampuannya dalam bermain rangkap di berbagai keriteria. Prestasi yang pernah di dapatkan oleh Verawaty sangat mengesankan. Dia pernah menyabet gelar Kejuaraan Dunia 1980, All England 1979 bersama Imelda Wiguna, medali emas Asian Permainan bersama Inmelda Wiguna, dan juga masih banyak lagi!

3. Tati Sumirah

Tati Sumirah adalah anggota regu Uber Indonesia yang sukses menyabet Piala Uber pada 1975. Dia pernah jadi Runner- up Kejuaraan Invitasi Dunia 1974, Juara Piala Uber 1975( Regu Indonesia), dan juga Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 1980.

4. Rosiana Tendean

Rosiana Tendean adalah salah satu srikandi bulu tangkis Indonesia yang populer pada masa 1990- an. Dia adalah atlet bulu tangkis spesialis ganda kombinasi. Bersama Rudy Gunawan, keduanya pernah memborong gelar Kejuaraan Dunia 1990- 1992 secara berturut- turut.

5. Retno Kustiyah

Retno Kustiyah adalah pemain bulu tangkis perempuan Indonesia yang aktif pada masa 1960- an dan juga 1970- an. Dirinya sering berpasangan dengan Minarni Soedaryanto pada no ganda putri saat itu. beragam berbagai prestasi sudah dia di dapatkan bagi Indonesia. Dia pernah memperoleh medali emas Asian Permainan 1962 dan juga 1966 bersama Minarni Soedaryanto, Juara All England 1968 bersama Minarni Soedaryanto, dan juga segudang prestasi yang lain.

6. Imelda Wiguna

Pastinya nama ini lumayan populer mengingat beragam prestasi luar biasa yang pernah dia capai pada masa kejayaannya. Imelda Wiguna adalah pemain bulu tangkis perempuan Indonesia yang andal bermain di no ganda, baik itu ganda putri ataupun kombinasi. Imelda Wiguna bersama dengan Verawaty Fajrin di no ganda putri pernah memenangkan medali emas Asian Permainan 1978, Juara SEA Permainan 1979, Juara All England 1979, dan juga yang lain. Ada pula pada no ganda kombinasi bersama Christian Hadinata, dia pula memenangkan banyak gelar semacam All England 1979, SEA Permainan 1979, Kejuaraan Dunia 1980, dan juga beragam berbagai gelar bergengsi yang lain.

7. Ivana Lie

Srikandi Indonesia yang satu ini memanglah sudah mendapatkan segudang prestasi untuk Indonesia. Dia adalah pemain yang diketahui dengan keahliannya dalam bermain di no tunggal ataupun ganda. Bermain pada no tunggal putri, Ivana Lie pernah merengkuh gelar SEA Permainan 1979 dan juga 1983, Indonesia Open 1983, Taiwan Open 1982 dan juga 1984, dan segudang prestasi yang lain.

Tidak hanya itu Terdapat Bintang Bulu Tangkis putri Yang lain Sehabis Susi Susanti

Berikut deretan tunggal putri bulu tangkis Indonesia yang pernah berjaya sehabis masa keemasan Susi Susanti berakhir.

Sementara itu bila melihat masa – masa sebagian dekade tadinya, bulu tangkis Indonesia lumayan sering melahirkan beberapa tunggal putri papan atas dunia yang dapat bawa kembali beragam raihan gelar ke Tanah Air.

Mulai dari juara di beragam turnamen BWF, juara di tingkat regional, kejuaraan dunia, Olimpiade sampai gelar prestisius beregu putri Uber Cup dapat dibawa kembali mereka.

Salah satu tunggal putri yang sangat sering mengharumkan nama bangsa merupakan Susi Susanti. Semasa aktif bermain, atlet kelahiran Tasikmalaya tersebut sanggup merengkuh sebagian gelar bergengsi.

Diantara yang sangat prestisius merupakan emas Olimpiade Barcelona 1992. Tidak hanya itu, Susi Susanti pula mendapatkan gelar Juara World Championship 1993, All England 1990, 1991, 1993, World Cup 1989, dan Piala Uber 1994 dan juga 1996.

Tetapi sayang, selepas Susi Susanti gantung raket prestasi tunggal putri Indonesia menghadapi penyusutan prestasi dan juga dikira tengah mati suri sampai dikala ini.

Walaupun belum terdapat yang dapat menyerupai catatan Susi Susanti. Tetapi terdapat sebagian tunggal putri Indonesia yang pernah mengharumkan nama Indonesia selepas masa si legenda.

Mia Audina

Memegang tampuk estafet tunggal putri dari tangan Susi Susanti. Mia Audina sanggup menjawabnya dengan beberapa gelar juara.

Mulai dari Medali Perak Olimpiade Atlanta 1996, Juara Indonesia Terbuka 1998, Juara Jepang Terbuka 1997, Juara Singapore Terbuka 1997, dan Juara Piala Uber 1994 dan juga 1996 pernah dia genggam.

Sayang saat merambah dekade 2000- an, tunggal putri yang pernah memperoleh julukan Sang Anak Ajaib itu memilih hengkang ke Belanda dan juga berubah kewarganegaraan.

Maria Kristin Yulianti

Pindahnya Mia Audina sebagai warga negara Belanda. Membuat estafet kejayaan tunggal putri Indonesia terhenti dan juga para penerus setelahnya dituntut‘ lari’ untuk dapat mengejar catatan prestasi Mia.

Maria Kristin Yulianti, jadi atlet yang pernah membuat Indonesia memiliki harapan besar untuk kembali berjaya di no perorangan perempuan.

Sebagian gelar bergengsi yang pernah diraih antara lain medali emas SEA Permainan 2007, dan perunggu Olimpiade 2008. Tetapi sayang, pada tahun 2012 Maria terpaksa gantung raket alias pensiun dini akibat luka lutut kanan yang berkelanjutan.

Baca juga : Pemain Bulu Tangkis Sepanjang Masa

Legenda Bulu Tangkis Putra IndonesiaLegenda Bulu Tangkis Putra Indonesia Dan Beberapa Prestasinya

Legenda Bulu Tangkis Putra Indonesia terdapat beberapa pemain yang berhasil mencetak sejarah sebagai pemain legendaris dari Indonesia.

Indonesia adalah salah satu dari kekuatan tradisional bulu tangkis dunia. Dari dulu Indonesia sering melahirkan talenta berbakat yang sanggup menandingin banyak pemain di persaingan elite. Salah satu kekuatan utama Indonesia di kategori ganda putra dan juga tunggal putra.

Mereka bercokol di peringkat 10 besar dunia, bersama pemain bulu tangkis elite yang lain. Tetapi, mereka masih memiliki waktu untuk mengejar gelar- gelar bergengsi tersebut.

Melihat masa allu, telah banyak pebulu tangkis yang berhasil membawa nama harum Indonesia serta mengibarkan bendera Merah Putih. Sampai saat ini mereka masih dikenang sebagai legenda sebab prestasinya yang mendunia.

Tan Joe Hok( Si Pionir)

Tan Joe Hok menjadi salah satu pebulu tangkis andalan Indonesia pada masa 60- an. Dan Tan merupakan perintis regu Piala Thomas Indonesia. Dia diketahui sebagai salah satu dari anggota 7 pendekar bulu tangkis bersama Ferry Sonneville, Lie Poo Djian, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, Olich Solichin, serta Kadir Yusuf.

Mereka menjadi anggota regu Piala Thomas yang merebut lambang supremasi beregu putra itu pada 1958 Di saat menang 6- 3 atas Malaysia di Singapore. Sehabis itu, Tan menguatkan Indonesia saat mendapatkan gelar juara Piala Thomas pada 1961 serta 1964.

Tan Joe Ho k menjadi pebulu tangkis Indonesia awal yang mendapatkan gelar juara di turnamen prestisius All England pada 1959. Dia juga mendapatkan medali emas Asian Permainan pada 1962.

Rudy Hartono( Raja All England)

Rudy menjuarai turnamen All England sebanyak 8 kali, 7 di antara lain berturut ikut pada 1968- 1974. Sampai saat ini, teka- teki tersebut masih menyelimuti laga tersebut sebab King tidak ingin menanggapi bila ditanya kebenaran soal dugaan berikan kemenangan itu.

Rudy mendapatkan gelar juara dunia pada 1980. Tidak hanya itu, dia 6 kali menjadi anggota Piala Thomas, 4 di antara lain mengantar Indonesia menjadi juara. Popularitas yang diraih Rudy pernah membawanya membintangi film bertajuk Matinya Seseorang Bidadari pada 1971.

Liem Swie King( King Smash)

Liem Swie King mulai mencuri perhatian saat lolos ke final All England di umurnya yang baru 20 tahun pada 1976. saat itu dia kalah dari si senior, Rudy Hartono.

Tetapi kegagalan itu hanya sukses yang tertunda. King setelah itu mendapatkan beragam gelar bergengsi seperti All England sebanyak 3 kali( 1978, 1979, 1981), juara Asian Permainan 1978, serta sederet trofi turnamen lain. Dia masuk sebagai anggota regu Piala Thomas sebanyak 6 kali, 3 di antara lain turut mengantar Indonesia menjadi juara pada 1976, 1979, 1984.

Senjata andalan King merupakan pukulan smash yang dilakukan dengan melompat. Pada masa itu, melepas smash dengan cara seperti itu belum umum dicoba. Smas tersebut akhirnya mendapatkan julukan dengan istilah King Smash.

Aku hanya berupaya menjangkau sedini bisa menjadi saat kok meluncur ke dasar. Memanglah itu pukulan mematikan. Tetapi konsekuensinya, aku wajib memiliki tenaga lebih besar untuk lekas bersiap ke tengah lapangan setelah melaksanakan smash seperti itu. kata King.

Tidak hanya hebat sebagai pemain tunggal. King juga lumayan sukses bermain di ganda putra. Dia berpasangan dengan Kartono saat merebut gelar juara dunia pada 1984 serta 1985. Gelar tersebut kembali diraih saat berubah pendamping dengan Bobby Ertanto pada 1986.

Pada tahun yang sama saat berubah partner dengan Eddy Hartono, giliran juara SEA Permainan serta Indonesia Open yang diraih. Popularitas King yang mempunyai wajah tampan membuat dia pernah bermain film bertajuk Sakura Dalam Dekapan. Belum lama, cerita hidupnya ditulis dalam novel bertajuk King serta juga menginspirasi film Panggil Saya King yang bertemakan bulu tangkis.

Alan Budikusuma( Emas Olimpiade)

Nama Alan Budikusuma hingga kapan juga hendak dikenang sebagai pebulu tangkis yang sempat bawa nama harum Indonesia di pentas internasional. Medali emas yang diraih Alan di Olimpiade Barcelona 1992 merupakan penyebabnya.

Pada masa itu zona tunggal putra Indonesia memiliki stok pemain yang melimpah. Alan wajib bersaing dengan pemain seangkatannya seperti Joko Suprianto, Ardy B. Wiranata, Hermawan Susanto, Fung Permadi, sampai Hariyanto Arbi.

Alan, pemain asal Surabaya itu, saat sebelum Olimpiade diselenggarakan tidak mempunyai prestasi yang betul- betul fenomenal. Tetapi Alan menciptakan bintang terangnya saat tampak di Olimpiade Barcelona serta menjadi juara.

Medali emas itu merupakan yang awal untuk Indonesia sejauh keikutsertaan di Olimpiade. Kebahagiaan Alan meningkat sebab si pacar yang saat ini menjadi istrinya, Susy Susanti, juga mendapatkan emas di no tunggal gadis.

Sampai saat ini, prestasi seperti yang ditorehkan mereka, mendapatkan 2 medali emas di Olimpiade, belum sempat terulang oleh atlet bulu tangkis Indonesia.

Hariyanto Arbi( Smash 100 watt)

Hingga setelah itu timbul Hariyanto Arbi di dini tahun 90- an. Hari berasal dari keluarga bulu tangkis sebab 2 kakaknya, Hastomo Arbi serta Eddy Hartono juga adalah pemain andalan Indonesia.

Hari yang memanglah mengidolakan King, mempunyai karakteristik game yang sama, adalah mengandalkan smash lompat yang menghujam pertahanan lawan. Senjata Hari itu setelah itu dijuluki dengan istilah“ Smash 100 Watt”.

Dengan senjata andalannya itu, Hari merengkuh gelar All England 1993 serta 1994. Gelar bergengsi yang lain yang diraih Hari merupakan Juara Dunia 1995. Hari juga menjadi andalan regu Piala Thomas Indonesia saat menjadi juara pada tahun 1994, 1996, 1998, serta 2000.

baca juga : Pemain Bulu Tangkis Sepanjang Masa

Saina Nehwal Pebulu Tangkis DuniaSaina Nehwal Pebulu Tangkis Dunia Yang Ingin Menjadi Pemain Terbaik Lagi

Saina Nehwal Pebulu Tangkis Dunia merupakan mantan pemain bulu tangkis dunia nomor satu. Yang menjadi salah satu pemain terbaik asal India.

Saina Nehwal menargetkan tiket lolos ke acara Olimpiade Tokyo yang akan di selenggarakan pada tahun 2021 dengan berusaha mendapatkan ritme permainannya kembali. Saina Nehwal tidak mau kalah bersaing walaupun di saat ini terletak di peringkat 22 dunia dan juga umurnya telah tiba 30 tahun.

Pemain bulu tangkis bintang asal India tersebut telah melaksanakan persiapan dengan sunguh – sungguh demi mewujudkan targetnya tersebut.

Fokus Nehwal saat ini tertuju pada 2 turnamen BWF World Tour Luar biasa 1000 pada Januari 2021 di Thailand. 2 event yang bersama berjudul Thailand Open 2020 itu akan menjadi langkah awal Nehwal untuk aktif dan juga memperbaiki peringkatnya.

Aku mundur dari Denmark Open. Aku memutuskan akan mengawali masa dari Januari dengan touring Asia, kata Nehwa. Saina Nehwal sempat menjadi ratu bulu tangkis dunia pada 2015.

Pada tahun yang sama ia mendapatkan medali perak Kejuaraan Dunia di Jakarta, Indonesia. Tetapi walaupun begitu , peringkat pemenang 3 gelar juara Indonesia Open itu turun akibat berbagai cidera minor dan juga luka.

Kegagalan tersebut menjadi catatan untuk diri Nehwal yang berniat untuk bangkit dan juga menjadi pemain terbaik dunia lagi. Aku melaksanakannya dengan baik, luka tersebut menjadi masalah besar dan juga hal lain yang sedang aku alami, kata Nehwal lagi.

Di saat ini, aku merasa baik. Aku rasa dapat melaksanakannya, juga dapat menjadi pebulu tangkis terbaik di dunia lagi. Ayo kita amati cara aku bermain nanti. Aku tidak mau mengambil keputusan secara seketika.

Aku mau melihat seberapa kurang baik kekalahan yang ku alami, jika memanglah aku tidak mampu bermain lagi, sambung Nehwal.

Saina Optimis Bisa Tembuys Olimpiade Tokyo Kedepan

Posisi Saina Nehwal turun  ke- 22 dalam urutan kualifikasi Olimpiade dan juga tetap optimistis untuk bisa mendapatkan posisi pertama lagi dengan hal tersebut. Dalam menggapai misi tersebut, Saina Nehwal membeberkan kalau dia telah mempersiapkan diri demi memperbaiki posisi peringkat bulu tangkisnya.

Aku ketahui Olimpiade ada di kepala seluruh orang, kata Nehwal, dikutip BolaSport. com dari NDTV. com.

Itu merupakan suatu hal yang sangat besar tetapi Kamu wajib memikirkan turnamenyang akan datang. Aku harus kembali ke ritme permainanku dan juga menang melawan para pemain di peringkat 20 besar, sambung Nehwal.

Nehwal yakin diri kalau ia masih mempunyai keahlian untuk menggapai tujuannya walaupun di umur yang tidak lagi muda. Saina Nehwal mengambil contoh petenis pensiunan semacam Novak Djokovic Roger Federer, Serena Williams, yang masih berprestasi dengan umur di atas kepala 3.

Aku dapat melihat contoh bagus dari performa bagus Djokovic, Federer, Nadal, Serena, ucap pemain yang saat ini berumur 30 tahun. Aku seseorang pejuang dan juga aku akan kembali. Jika ia dapat melakukannya, mengapa aku tidak? tahmbah mantan pemain no satu dunia itu.

Saina Nehwal wajib menembus posisi 16 besar dalam ranking kualifikasi Olimpiade sebab terletak di dasar kompatriotnya, Pusarla V. Sindhu( peringkat ke- 7).

Sebagai data, tiap negeri cuma diperbolehkan mengirim 2 wakil dari tiap no pada Olimpiade esok. Contohnya untuk zona tunggal, pemain kedua wajib menempati posisi 16 besar untuk lolos ke Olimpiade.

Keputusan Suami Nehwal

Suami Saina Nehwal, Parupalli Kashyap( tunggal putra) juga berkeputusan untuk mundur. Saina Nehwal dan juga Parupalli Kashyap jadi pebulu tangkis Asia yang memiliki keputusan untuk tidak berpartisipasi Setelah 15 pebulu tangkis Jepang juga mundur.

Turnamen BWF World Tour 2020 yang terakhir kali diselenggarakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia( BWF) ialah All England Open 2020, pada bulan Maret kemarin. Setelah itu, beberapa turnamen di tunda dan juga dibatalkan sebab pandemi Covid- 19.

Aku mundur dari Denmark Open. Pendamping suami- istri ini tadinya sudah mendaftarkan entry by name Denmark Open dan juga juga menyerahkan pesan persetujuan mereka ke Asosiasi Bulu Tangkis India( BAI), bulan kemudian.

BWF tadinya menunda penerapan Piala Thomas- Uber 2020( 3- 11 Oktober), 3 pertandingan di Asia( pada November) sampai 2021 . Dan juga juga membatalkan Denmark Masters( 20- 25 Oktober).

Latihan Terpisah Saina Buat Olimpiade

Saina melakukan latihan secara terpisah dari tim Nasional. Demi mematuhi protokol kesehatan virus korona. Dimana lokasi yang ia gunakan sebagai tempat latihan tidak jauh dari Pullella Gophicand. Keputusan Nehwal ini cukup mengejutkan sebab pemerintah Telengana telah berikan izin kepada 8 pebulu tangkis buat mulai berlatih lagi.

Regulai tersebut terbuat bersama otoritas berolahraga India yang membuka kembali kamp pelatihan Perguruan Pullela Gophicand, minggu kemudian. Bagi suami Saina Nehwal, Parupalli Kashyap, peraih medali perunggu Olimpiade itu di ketahui memiliki rencana untuk berlatih terpisah dan mau fokus memperoleh keadaan sempurna.

Kami sudah berlatih di pusat pelatihan tidak jauh dari perguruan Gopichand sepanjang seminggu saat ini, kata Kashyap kepada PTI. Walaupun memiliki sarana yang kecil, kami mulai dengan latihan dasar sebab telah lama tidak bermain di lapangan. Saina bisa bergabung dengan latihan yang di adakan di perguruan Gophicand dalam sebagian minggu ke depan.

Baca juga : Pemain Bulu Tangkis Terbaik di Indonesia

Sejarah Bulu Tangkis DuniaSejarah Permainan Bulu Tangkis di Dunia Dunia

Sejarah Bulu Tangkis Dunia adalah asal atau origin game bulu tangkis yang sekarang telah menjadi olahraga resmi di ajang bergengsi di dunia.

Telah lama, Indonesia diketahui sebagai negeri asal atlet bulu tangkis yang namanya diperhitungkan internasional, semacam Liem Swie King dan juga Susi Susanti. Game ini juga digemari bermacam- macam golongan, baik tua maupun muda. Tetapi, sempatkah terbersit gimana sejarah bulu tangkis diawali?

Asal Mula Lahirnya Bulu Tangkis

Bulu tangkis tidaklah game asli Indonesia. Bagi catatan sejarah bulu tangkis, game ini diperkirakan tumbuh semenjak 2000 tahun saat sebelum masehi di Mesir Kuno. Tetapi, sumber lain berkata game berasal dari India ataupun Cina. Ketentuan permainannya simpel, hanya memindahkan kok memakai kaki tanpa memegang tanah.

Saat itu, para tentara yang bertugas di Pune, India yang buatnya. Sehabis kembali ke Inggris, game tersebut dimainkan awal kali di Badminton House, kediaman Duke of Beaufort, Glouchestershire, Inggris.

Rancangan awal pertandingan bulu tangkis terbuat pada 1877 oleh Badminton Bath. Sehabis beberapa tahun, asosiasi bulu tangkis di Inggris tercipta, tepatnya pada 1893. 6 tahun berselang, pertandingan dengan skala internasional juga diselenggarakan. Sampai saat ini kita memahami pertandingan tersebut sebagai Kejuaraan All England.

Pada abad ke 19 juga, bulu tangkis mulai diketahui sebagai shuttlecocks dan juga terkenal di golongan kanak- kanak Inggris.

di saat masa pendudukan Inggris di Asia, game ini diperkenalkan ke daratan Asia, semacam Jepang, Cina, dan juga Thailand. Game ini juga cepat menyebar dan juga menjadi game kesukaan kanak- kanak. Oleh karena itu, sejarah bulu tangkis mencatat Inggris sebagai negeri yang menyebarkan game bulu tangkis.

Turnamen Bulu Tangkis Internasional

Sejauh sejarah bulu tangkis dunia, ada banyak pertandingan bulu tangkis internasional yang diselenggarakan. Salah satu pertandingan yang diakui sebagai perhelatan paling tinggi merupakan kejuaraan yang terbuat oleh Badminton World Federation selaku organisasi paling tinggi yang menaungi bulu tangkis. Organisasi ini mempunyai beberapa pertandingan, antara lain:

Kejuaraan Dunia

Penerapan awal diadakan di 1977. BWF pernah kesulitan dalam  mengadakan 2 turnamen pertama karena terbentur dengan turnamen sejenis. Tetapi, sehabis bergabungnya IBF dan juga BWF menjadi satu tubuh, penerapannya teratur diadakan setiap 2 tahun sekali, dari 1985 sampai 2005.

Hal ini diperuntukan untuk membagikan peluang pada atlet bulu tangkis dunia untuk menampilkan keahlian bermain dan juga mencapai gelar sebagai pemain terbaik dunia. Kejuaraan ini akan ditiadakan sehabis 3 tahun penerapan. hal tersebut diperuntukan agar para atlet fokus pada olimpiade.

Thomas Cup

Pertandingan ini dikhususkan pada kelas beregu putra. Dilaksanakan semenjak 1949, pertandingan ini pada mulanya dilaksanakan oleh IBF. Tetapi, saat ini Thomas Cup dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Kenyataan menariknya merupakan piala yang digunakan adalah pemberian Thomas pada 1939.

Dari awal penerapannya, dalam sejarah bulu tangkis dunia, tercatat hanya 5 negeri yang sukses bawa kembali piala ini. Satu antara lain merupakan Indonesia sebagai pemegang gelar paling banyak( 13 kemenangan).

Uber Cup

Menyusul kesuksesan penerapan Thomas Cup, pertandingan beregu gadis dilaksanakan. Pertandingan awal dilaksanakan di 1957 dan juga menjadi event 2 tahunan( pada 1984) bersama dengan Thomas Cup. Nama Uber diambil dari salah satu atlet perempuan Inggris, Betty Uber. Pada penerapan awal ada 11 negeri yang ikut memeriahkan pertandingan dengan hasil akhir kemenangan terletak di tangan Amerika serikat.

Turnamen Bulu Tangkis Indonesia

Sejarah bulu tangkis pada penerapan uber dapat dibilang lumayan panjang. Ada beberapa kali pergantian kelas yang dicoba. Pada 1957– 1981 penerapan dicoba dengan 7 pertandingan, 4 kelas tunggal dan juga 3 kelas ganda. Pergantian awal terjalin pada tahun 1982 dengan penerapan 9 pertandingan, 5 tunggal dan juga 4 ganda. Tetapi perubhan terakhir terjalin pada 1984 pertandingan dilaksanakan dengan 5 pertandingan, semacam pada Thomas Cup.

Kenyataan menarik timbul dalam penerapan Uber Cup. Sepanjang pertandingan dilaksanakan, hanya ada 5 negeri yang sukses mencapai gelar juara dengan pemegang gelar paling banyak merupakan Cina( 14 kemenangan). Keberhasilan atlet Indonesia pada Thomas Cup nyatanya tidak bisa diiringi pada penerapan Uber Cup. Tercatat Indonesia sukses bawa kembali gelar sebanyak 3 kali dan juga terletak pada posisi kedua sebanyak 7 kali.

Sudirman Cup

Berbeda dari pertandingan tadinya, pemenang dalam pertandingan ini tidak memperebutkan duit tunai sebagai hadiah. Pada Sudirman Cup, para atlet menampilkan keahliannya untuk memperoleh poin pada BWF dan juga mengharumkan negeri. Pertandingan ini dilaksanakan dalam pertandingan tim kombinasi, adalah tunggal putra dan juga gadis, ganda putra dan juga gadis, dan ganda kombinasi.

Penerapan Sudirman Cup pada mulanya diprakarsai oleh Indonesia di tahun 1986. Piala yang digunakan pertandingan tim kombinasi ini adalah hasil rancangan anak bangsa, Rusnadi dari Fakultas Seni Rupa ITB. Rancangannya juga menunjukkan budaya Indonesia semacam pada bagian tutup yang adalah representasi dari Candi Borobudur. Pada 6 pertandingan yang lain, Indonesia hanya sukses mencapai posisi kedua.

Olimpiade

Tadinya bulu tangkis telah menempuh masa uji coba pada tahun 1972 dan juga 1988. Tetapi secara formal menjadi bagian olimpiade pada 1992. Ganda kombinasi baru menjadi partai yang dipertandingkan semenjak Olimpiade Atlanta, 1996.

Olimpiade ini berlangsung sebagai jadwal 4 tahunan. Batas seseorang bermain pada olimpiade merupakan 3 pertandingan. Tidak hanya itu, pertandingan dilaksanakan memakai sistem perhitungan poin semacam pertandingan pada biasanya. Sampai di saat ini.

Baca juga : Pemain Bulu Tangkis Sepanjang Masa

Pemain Bulu Tangkis Sepanjang MasaPemain Bulu Tangkis Sepanjang Masa, Beberapa di Antaranya dari Indonesia

Pemain Bulu Tangkis Sepanjang Masa – di dalam artikel ini kalian akan dapat lihat beberapa pemain bulu tangkis terhebat sepanjang masa.

Salah satu olahraga raket terpopuler di dunia adalah bulu tangkis. Permainan ini dimainkan antara dua pemain atau dua pasang pemain.

Masing – masing mengambil posisi di bagian berlawanan dari lapangan persegi panjang yang dibagi dengan jaring. Untuk menghormati bintang bulu tangkis, kami akan sebutkan di sini beberapa Pemain Bulu Tangkis Terbaik sepanjang masa.

Daftar Pemain Badminton di Dunia

Olah raga ini menjadi bagian dari olah raga olimpiade pada tahun 1992 dan memiliki lima perlombaan / even dalam olimpiade. Kelima event tersebut antara lain tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, dan terakhir ganda campuran. Mari kita lihat Beberapa Pemain Bulutangkis Terbaik Sepanjang Masa:

1. Lin Dan

Dunia bulu tangkis menganggap legenda Lin Dan sebagai pemain bulu tangkis tunggal terbaik dalam sejarah. Ia menjadi satu-satunya pemain yang menyelesaikan “Super Grand Slam” pada usia 28.

Dan setelah mencapai prestasi itu dengan memenangkan semua sembilan gelar utama di bulu tangkis internasional. Penggemarnya juga memberikan julukan dengan nama “Super Dan”.

Lin Dan meraih 5 medali emas dan satu perak di Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia dan 2 medali emas di Piala Dunia bulu tangkis. Dia juga memenangkan 5 medali emas dan 2 perunggu di Piala Thomas, 3 medali emas di Kejuaraan Asia.

Selain itu ia juga meraih 3 medali emas di Asian Games. Lin Dan menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah bulu tangkis yang meraih emas Olimpiade dua kali berturut-turut di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012. Dan CCTV Sports menobatkannya sebagai atlet pria terbaik tahun 2010.

Bulu tangkis menuntut tingkat kebugaran fisik yang tinggi, stamina aerobik, kekuatan, kelincahan, ketepatan, dan kecepatan. Ini juga membutuhkan koordinasi motorik yang hebat dan gerakan raket yang canggih.

Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa para pemain yang telah mencapai prestasi luar biasa dalam olahraga ini memiliki bakat dan ketekunan untuk bekerja keras.

2. Taufik Hidayat

Pensiunan bintang bulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat mencapai rekor Indonesia Terbuka sebanyak enam kali. Dia memiliki persaingan yang populer dengan Lin Dan untuk mencapai tempat teratas di dunia bulu tangkis.

Selain itu, keduanya juga digambarkan sebagai rival berat di Media populer. Taufik Hidayat telah meraih 27 gelar internasional hingga pensiun. Dia pasti layak mendapat tempat kedua dalam daftar Pemain Bulutangkis Terbaik Sepanjang Masa.

Dia memenangkan medali emas, perak, dan dua perunggu di Kejuaraan Dunia. Selain itu, ia juga meraih tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu di Asian Games.

Taufik Hidayat meraih 3 medali emas, dua perak dan satu perunggu pada Kejuaraan Asia, serta 2 emas, satu perak, dan tiga perunggu pada Piala Thomas.

Dia juga menerima gelar tunggal di Olimpiade Athena 2004.

3. Gao Ling

Legenda bulu tangkis wanita Tiongkok Gao Ling terkenal karena kehebatan, konsistensi, dan antisipasinya di lapangan badminton. Selain bakatnya yang luar biasa, penggemar juga mengingatnya karena wajahnya yang selalu tersenyum.

Dan tanpa ragu, dia layak mendapatkan tempat ketiga dalam daftar Pemain Bulutangkis Terbaik Sepanjang Masa. Dunia bulu tangkis masih menganggapnya sebagai pemain ganda tersukses dalam sejarah.

Dia meraih 2 medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade 2000 dan 2004. Selain itu, ia juga meraih empat medali emas di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.

Tiga medali emas diraih Gao Ling di Piala Sudirman, lima medali emas di Piala Uber dan gelar Piala Dunia Bulutangkis Yiyang 2006. Dia bersama rekannya Huang Sui mengantongi enam gelar ganda putri berturut-turut dari 2001 hingga 2006 di Kejuaraan All-England.

4. Tony Gunawan

Pemain bulu tangkis Indonesia Tony Gunawan secara luas dianggap sebagai salah satu pemain ganda putra terhebat dalam sejarah bulu tangkis dan dinobatkan di tempat keempat dalam daftar Pemain Bulu Tangkis Terbaik Sepanjang Masa.

Ia mewakili tanah airnya Indonesia dari tahun 1992 hingga 2001, dan saat ini mewakili dan melatih tim Amerika Serikat sejak tahun 2001. Ia memenangkan medali emas Olimpiade Sydney 2000, Kejuaraan Dunia Seville 2001, dan Kejuaraan Dunia Anaheim 2005 dengan 3 mitra ganda putra yang berbeda.

Tony Gunawan juga meraih gelar AS Terbuka, Taipei Terbuka, Puerto Rico Terbuka, dan SCBA Classic di ganda campuran. Ia memenangkan Kejuaraan Dunia IBF dan All England Open bersama rekannya Halim Haryanto pada tahun 2001.

5. Lee Chong Wei

Bintang bulu tangkis Malaysia-Cina Lee Chong Wei adalah satu-satunya pemain dari Malaysia yang memegang tempat nomor satu dunia selama lebih dari setahun. Dia mencapai posisi teratas pada 21 Agustus 2008 dan mempertahankan posisinya untuk rekor 199 minggu berturut-turut sehingga menjadi pemain Malaysia ketiga yang mencapai prestasi tersebut.

Dan untuk itu, dia pantas mendapat tempat kelima dalam daftar Pemain Bulu Tangkis Terbaik Sepanjang Masa. Dia memenangkan 2 medali perak di Olimpiade, medali emas di Kejuaraan Asia 2006 dan tiga perak dan perunggu di Kejuaraan Dunia.

Lee Chong Wei juga meraih empat medali emas di Commonwealth Games, medali emas dan perak di Asian Games Tenggara. Dia mencapai Penghargaan Olahragawan Penang enam kali hingga sekarang. Selain itu, dia juga telah memenangkan BWF Player of the Year sebanyak empat kali dalam karirnya.

Baca juga : Pemain Bulu Tangkis Terbaik di Indonesia